Kantor Desa PB. Beuramo
menerima dan menyalurkan zakat fitrah
sosialisasi dan pemerriksaan urine para aparat gampong PB. Beuramo di kantor desa
masjid Gampong PB. Beuramo
Dahulu kala, hamparan wilayah ini merupakan kawasan rawa luas yang menjadi habitat alami ikan gabus kecil atau ikan bujok. Nama Paya Bujok Beuramo pun lahir dari lisan masyarakat setempat yang merujuk pada kondisi alam yang subur dan berair tersebut. Seiring berjalannya waktu, wilayah rawa ini mulai didatangi penduduk yang membangun pemukiman tetap di jantung Kota Langsa. Proses pemekaran wilayah kemudian dilakukan untuk menata administrasi kependudukan yang semakin padat dan berkembang sangat pesat. Paya Bujok Beuramo akhirnya berdiri mandiri sebagai gampong definitif di bawah naungan Kecamatan Langsa Barat dengan identitas yang sangat kuat. Nama \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\"Beuramo\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\" ditambahkan sebagai pembeda khas yang menunjukkan jati diri serta letak geografis gampong ini di antara wilayah lainnya. Kini, gampong ini telah bertransformasi menjadi pusat hunian yang modern namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat khas Aceh. Tata kelola pemerintahan desa yang dipimpin oleh seorang Geuchik berhasil membawa kemajuan ekonomi dan sosial bagi seluruh warga. Semangat gotong royong dan inovasi terus dipupuk demi menjaga warisan sejarah Paya Bujok agar tetap hidup di masa depan.